Pola Gilir Dalam Berkomunikasi

pola gilir dalam berkomunikasi
pixabay.com

Pola gilir dalam berkomunikasi


Pola gilir dalam berkomunikasi merupakan sebuah kegiatan yang tanpa sadar selalu dilakukan. Pola gilir dalam berkomunikasi adalah pola yang terbentuk antara penerima dan pemberi pesan, saat pesan tersebut disampaikan.

Pola gilir dalam berkomunikasi ini dibagi menjadi 2 situasi, yaitu:
  1. Situasi Formal
  2. Situasi Nonformal
Pada situasi formal, pengguna akan dituntut untuk menggunakan bahasa yang santun serta bahasanya tertata. sedangkan di saat situasi non formal bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari yang telah bisa digunakan.

Dalam berkomunikasi yang baik, seseorang yang sedang berkomunikasi dituntut untuk mempertmbangkan situasi berbicara. Situasi yang resmi tentunya akan berbeda dengan situasi yang tidak resmi.

Ketika berbicara pada saat situasi yang resmi cenderung akan menggunakan kata, bentukan kata, dan juga ungkapan yang baku. Pada situasi yang santai dan akrab maka seseorang akan lebih bebas dalam memilih kata dan bentukannya dari pada saat situasi resmi atau situasi yang formal. Namun pada saat berkomunikasi baku maupun tidak baku, dalam berkomunikasi haruslah dengan bahasa yang efektif dan lancar, sehingga mudah dipahami dan dicerna.

Komunikasi harus berjalan dua arah, yang artinya ada yang mendengarkan dan ada yang berbicara, dengan adanya pola gilir maka komunikasi akan seimbang dan berjalan dengan lancar. Karena terdapat proses pergantian bicara yang sesuai topil pembicaraaan atau sesuai dengan keperluan.

Nah berikut ini adalah beberapa sikap yang harus dimiliki saat menerapkan pola gilir dalam berkomunikasi:

1. Menghargai Lawan Bicara

Ketika dalam melakukan kegiatan berkomunikasi, seseorang tidak boleh meremehkan lawan bicaranya, Bagaimanapun keadaan lawan si pembicara maka kita harus tetap hormat dan menghargainya.

2. Peka Saat Terdapat Kesempatan

Dalam berkomunikasi secara lisan, sering terjadi dominasi satu pihak saat berbicara terhadap pihak lain. Kita harus menyadari dan mengetahui celah dimana dan kapan saatnya kita untuk berbicara atau kapan saatnya kita mendengarkan, sehingga proses komunikasi berlansung dengan lancar dan nyaman.

3. Sadar Akan Relevansi Pembicaraan

Komunikasi akan berjalan lancar dan mencapa sebuh tujuan jika pembicaraan sesuai dengan permasalahan, sehingga terciptalah komunikasi yang efektif dan lancar.

4. Memilih Kata Yang Tepat

Dalam memilih dan menggunakan kata, bentukan kata, dan juga ungkapan yang santun dengan situasi komunikasi haruslah sesuai, agar tercipta kelangsungan dan kenyamanan dalam berkomunikasi.

Berkomunikasi dalam kondisi dan dalam situasi apapun tetaplah harus memperhatikan  etika dalam berbahasa yang santun, misal: menghindari kata-kata yang kasar dan kata-kata yang kurang pantas yang dapat menyinggung perasaan pihak yang sedang diajak bicara. 

Penerapan Pola Gilir Dalam Berbagai Situasi


Penerapan Pola Gilir Dalam Berbagai Situasi dapat terjadi pada  situasi berikut ini:
  1. Suasana kehidupan sehari-hari, misal didalam rumah, sekolahan, pasar maupun dikantor
  2. Diskusi kelompok, misalnya di sekolah atau di kampus.
  3. Pada Film dan Sinetron
  4. Pada Naskah drama atau pementasan drama.
1. Penerapan Pola Gilir Dalam Pementasan Drama

Naskah drama dipersiapkan sebelum drama akan diperankan. Naskah drama merupakan cerita yang ditulis dalam bentuk dialog dan juga disertai dengan gerak dan tingkah laku toko di dalam sebuah drama.

Didalam sebuah drama, kedudukan pelaku sangatlah penting. Seorang pemain juga harus memahami isi drama dengan baik termasuk dalam proses dialogna. Dalam dialog drama telah diatur pengiliran pembicaraan diantara para tokoh. dan juga setiap tokoh juga telah diatur kapan waktunya untuk menjawab, menanggapi dan juga merespon tokoh lainnya.

Meskipun unsur spontan ada dalam sebuah dialog drama, namun tokoh yang berimprovisasi tetap harus memperhatikan dengan cermat saat melakukan improvisasi dialog agar tifak bertabrakan dengan perkataan tokoh lainnya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan jika memerankan tokoh dalam drama.
  • Teknik berdialog, supaya penonotn menangkap jalan cerita sebuah drama, maka para pelaku haruslah dapat menyampaikan dialog dengan jelas, wajar dan juga tidak dibuat-buat
  • Mimik, merupakan perubahan raut muka, misalnya senyum saat senang, atau raut muka mengkerut saat sedang berfikir dan raut muka menegang saat marah.
  • Intonasi, adalah lagu / irama dalam mengucapkan sebuah kalimat, terdapat sebuah tekanan lembut atau keras dalam sebuah ucapan, tempo, dan tekanan nada naik dan juga nada menurun.
2. Penerapan Pola Gilir Dalam Diskusi

Diskusi merupakan bentuk kegiatan berbicara dalam rangka membahas suatu permasalahan secara teratur dan terarah. Diskusi ini bertujuan untuk mencari sebuah jalan keluar dalam memcahkan sebuah permasalahan, membuat keputusan atau kesimpulan.

Untuk dapat memahami pola gilir dalam berkomunikasi dalam diskusi kita harus memahami hal-hal yang berkaitan dengan diskusi. Nah berikut ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan diskusi:

a. Unsur-unsur Diskusi 

Unsur-unsur yang terlibat dalam diskusi adalah sebagai berikut ini:
  • Pemimpin atau moderator, bertugas merencanakan dan juga mempersiapkan dengan sangat teliti sebuah topik diskusi, membuka diskusi, mengatur jalannya diskusi dan juga dalam menutup sebuah diskusi.
  • Sekretaris, Bertugas dalam mencatat jalannya sebuah disusi, mencatat masalah-masalah yang dilakukan oleh peserta, dan juga mencatat sebuah saran maupun jawaban penyaji dari awal sampai akhir.
  • Penyaji/pemakalah/pemrasaran, bertugas menyampaikan pembahsan dengan sistematis dan mudah dipahami.
  • Peserta diskusi, bertugas menanggapi dan memberi masukan dll.
b. Jenis-jenis Diskusi

Berdasarkan ruang lingkupnya, diskusi dibedakan menjadi 10 berikut ini:
  • Rapat
  • Musyawarah
  • Konferensi
  • Kongres
  • Seminar
  • Diskusi Kelompok
  • Diskusi Panel
  • Simposium
  • Lokakarya
  • Sarasehan
c. Teknik dan Tahapan Dalam Diskusi

Dalam pelaksanaan sebuah diskusi terdapat 2 tahap yang harus dilalui, berikut ini adalah 2 tahapan yang harus dilalui:

Tahap Persiapan

  1. Tahap persiapan dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan mengenai hal yang akan dibicarakan
  2. Membagikan tugas kepada para calon pembicara atau penyaji jika pembicara lebih dari satu.
Tahap Pelaksanaan

  1. Pembukaan
  2. Pelaksanaan Diskusi
  3. Acara Tanya Jawab
  4. Penutup
Pola gilir juga dapat dilakukan dalam membawakan sebuah acara hiburan. Biasanya dipandu oleh lebih dari 1 MC (2 pembawa acara). mereka akan saling bergantian berbicara mengantarkan setiap acara yang akan dipertunjukkan dan mengomentarinya.

Dalam memberikan pengantar atau komentar, dapat diterapkan pola gilir bertujuan agar tidak saling terjadi saling ingin bicara. 
 

Bantu share ya sobat, berbagi ilmu pengetahuan itu indah lo :)

2 Responses to "Pola Gilir Dalam Berkomunikasi"

  1. kadang juga banyak gan, orang yang kurang bisa berkomunikasi sesuai tempat, kadang juga ada sih yang menyakitkan hati :v ooouuuh :v suka sedih kadang :v semoga bisa jadi hikmah buat ane, saat mempraktekan teori dari agan :D thanks :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi semoga bermanfaat dah gan... selamat mempraktekkan (y)

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel