Pengertian Interaksi Antarkomponen Ekosistem Secara Lengkap

Di dalam ekosistem, komponen-komponen biotik dan abiotik saling berinteraksi dan masing-masing memiliki fungsi atau peran tertentu. Hubungan tersebut dapat berupa hubungan antarkomponen biotik (makhluk hidup) maupun hubungan antara komponen biotik dan abiotik secara menyeluruh.

1. Interaksi Antarkomponen Biotik (Makhluk Hidup)

Interaksi Antarkomponen Ekosistem
pexels.com

a. Simbiosis

Simbiosis adalah hidup bersama antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis. Simbiosis dapat dibagi menjadi tiga, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komensalisme.


1). Simbiosis Mutualisme

Simbiosis mutualisme adalah hidup bersama antara dua makhluk hidup yang keduanya saling diuntungkan. Beberapa spesies dapat hidup tanpa organisme partner mutualismenya. Hubungan seperti ini disebut dengan mutualisme fakultatif. Berbeda lagi dengan mutualisme obligatif, yaitu hubungan yang terjadi antara kedua jenis organisme yang hanya dapat hidup dengan bermutualisme. Contoh simbiosis mutualisme sebagai berikut:

genggaminternet.com

a). Simbiosis antara bunga dan lebah. Lebah mendapatkan madu sebagai makanannya, sedangkan bunga terbantu penyerbukannya oleh lebah. Pada saat mengisap madu, benang sari akan terbawa oleh lebah sehingga pada saat lebah mengisap madu lain, benang sari yang terbawa tadi akan menempel di kepala putik bunga lain, sehingga terjadilah penyerbukan.

b). Simbiosis antara jamur dan ganggang. Ganggang memiliki klorofil untuk melakukan fotosintesis sehingga menghasilkan energi atau makanan yang dibutuhkan oleh jamur. Pada proses fotosintesis diperlukan air dari dalam tanah. Untuk memperolehnya, dibantu oleh jamur yang memiliki rizoid (bukan akar sejati). Tanpa air, tidak akan terjadi fotosintesis dan tanpa klorofil juga tidak akan terjadi fotosintesis. Dapat dikatakan bahwa antara jamur dan ganggang saling diuntungkan.

c). Simbiosis antara badak dan burung jalak. Burung jalak akan memakan kutu yang terdapat pada kulit badak sehingga badak terhindar dari rasa gatal yang disebabkan oleh kutu tersebut, Sedangkan burung jalak juga diuntungkan karena dapat memperoleh makanan dengan memakan kutu tersebut.

d). Simbiosis antara kacang tanah dan bakteri Rhizobium. Bakteri Rhizobium dapat mengikat nitrogen dari udara yang kemudian dimanfaatkan oleh tanaman kacang tanah, sedangkan bakteri terlindungi serta mendapatkan air dan nutrisi dari bintil-bintil akar kacang tanah.


2). Simbiosis Parasitime

Simbiosis parasitisme adalah hidup bersama antara dua mahkluk hidup berbeda jenis, tetapi satu makhluk hidup dintungkan dan satu mahkluk hidup dirugikan. Mahkluk hidup yang diuntungkan disebut denfan parasit dan makhluk hidup yang dirugikan disebut inang. Parasit yang hidup di dalam tubuh inang disebut denfan ekstoparasit, sedangkan parasit yang hidup di dalam tubuh inang disebut endoparasit. Contoh dari simbiosis parasitisme adalah sebagai berikut:

darwishusainalmandar.blogspot.co.id


a). Simbiosis antara cacing pita dan tubuh manusia. Cacing pita hidup secara endoparasit didalam usus manusia. Manusia dirugikan karena cacing pita mengisap darah dan sari makanan yang dibutuhkan manusia, sehingga manusia menjadi kurus dan pucat karena kekurangan darah dan sari makanan. Cacing pita diuntungkan karena mendapat makanan untuk kelangsungan hidupnya.

b). Simbiosis antara jamur dan tubuh manusia. Jamur, misalnya jamur panu, hidupnya menempel pada kulit manusia. Jamur diuntungkan karena mendapat makanan dari tubuh manusia. Manusia dirugikan karena selain merasakan gatal, manusia juga kehilangan zat makanan yang diambil oleh jamur.

c). Simbiosis antara kutu kepala dan tubuh manusia. Kutu kepala hidup secara ekstoparasit dikepala manusia. Kutu diuntungkan karena mendapat makanan atau mengisap darah manusia. Manusia dirugikan karena kehilangan darah dan rasa gatal yang ditimbulkan karena gigitan kutu tersebut.

d). Simbiosis antara benalu dan tanaman inang. Benalu diuntungkan karena mendapat makanan dengan mengisap sari makanan dari tubuh tanaman inang, sedangkan tanaman inang dirugikan karena keholangan sari makanan yang diambil oleh si benalu.


3). Simbiosis Komensalisme

Simbiosis komensalisme adalah hidup bersama antara dua makhluk hidup berlain jenis, salah satu makhluk hidup diuntungkan dan makhluk hidup yang lain tidak dirugikan maupun diuntungkan. Contoh simbiosis komensalisme adalah sebagai berikut:

bunga anggrek pada pohon mangga
bibitbunga.com

a). Simbiosis antara anggrek dan pohon mangga. Anggrek dapat hidup dengan menempel pada pohon mangga dan pohon mangga yang ditempelinya tidak dirugikan karena anggrek dapat membuat makanan sendiri sehingga tidak mengisap sari makanan dari pohon mangga yang ditempelinya.

b). Simbiosis antara ikan hiu dan ikan ramora. Ikan ramora yang selalu berdekatan dengan ikan hiu memperoleh makanan dari sisa-sisa makanan yang dimakan ikan hiu. Selain itu, ikan ramora mendapat tempat berlindung dari hewan-hewan pemangsa. Ikan hiu tidak dirugikan dengan keberadaan ikan ramora tersebut.


b. Antibiosis

Antibiosis adalah interaksi antara makhluk hidup dimana salah satu mahluk hidup mengeluarkan zat antibiotik yang dapat membahayakan makhluk hidup yang lain. Contohnya, interaksi antara jamur Penicillium dengan mikoorganisme lainnya. Jamur ini mengeluarkan racun yang dapat menghambat atau mematikan makhluk hidup lainnya. Antibiosis pada tumbuhan disebut alelopati, contohnya tumbuhan kamboja dan gamal. Tumbuhan ini mengeluarkan racun yang dapat membunuh tumbuhan yang berada di sekitarnya, sehingga tumbuhan ini dapat memenangkan kompetisi dalam memperoleh makanan dan cahaya matahari.


c. Predasi

Predasi adalah bentuk interaksi antarorganisme dimana satu organisme memakan organisme lainnya. Organisme yang memakan disebut predator, sedangkan oarganisme yang di makan disebut mangsa. Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tidak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Hubungan predasi tidak hanya sebatas antar hewan saja,tetapi juga antara hewan (herbivora) dengan tumbuhan, dan antara tumbuhan predator dengan mangsanya. Contoh hubungan predasi yaitu kucing memangsa tikus, elang memangsa ular, dan harimau memangsa kijang.

Hubungan antara predator dan mangsa sering memengaruhi kelimpahan suatu organisme. Populasi predator dan mangsa saling berkaitan demikian dekatnya, sehingga kelimpahannya terlihat sama. Ketika populasi mangsa meningkat, maka tersedia makanan yang lebih banyak untuk predator sehingga populasi predator meningkat. Peningkatan populasi predator yang memakan mangsa menyebabkan penurunan populasi mangsa. Jumlah mangsa yang semakin sedikti menyebabkan jumlah makanan untuk predator semakin berkurang sehingga populasi predator menurun.


d. Kompetisi

Kompetisi adalah hubungan antara makhluk hidup dalam satu ekosistem dimana makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain saling bersaing untuk mendapatkan sesuatu yang  diperlukan untuk hidupnya. Misalnya ruang / tempat, makanan, air, sinar matahari, udara dan pasangan kawin. Hal ini terjadi karena masing-masing spesies memiliki kebutuhan yang sama. Persaingan dapat mengakibatkan organisme / spesies yang kalah bersaing akan mati, tersingkir atau berpindah ke tempat lain. Spesies yang berkompetisi dengan lebih efektif akan mempunyai kemampuan hidup yang lebih baik dibandingkan kompetitornya.

Persaingan dapat terjadi pada organisme yang memiliki niche yang sama. Nice (relung) suatu organisme adalah posisi suatu organisme dalam ekosistem dan peranan fungsionalnya. Niche ditentukan oleh habitat dan berbagai fungsi yang dikerjakannya. Semakin besar kesamaan niche dari organisme yang hidup bersama dalam suatu habitat, maka semakin intensif persaingannya.

Kompetisi (Persaingan) dibedakan menjadi 2 (dua) sebagai berikut :

  1. Kompetisi intranspentik, yaitu persaingan yang terjadi antara organisme atau individu yang memiliki spesies yang sama. Contohnya sesama kambing jantan berkelahi untuk memperebutkan pasangan kawinnya.
  2. Kompetisi interspesifik, ialah persaingan yang terjadi antara organisme atau individu yang berbeda spesies. Contonya ialah tanaman jagung dan rumput yang sama-sama tumbuh diladang.

2. Interaksi Antara Komponen Biotik dan kemampuan Abiotik.


Interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik terjadi karena komponen biotik dalam suatu ekosistem akan dipengaruhi oleh kondisi komponen abiotiknya. Kehidupan organisme yang berada di darat dan perairan tidak lepas dari pengaruh komponen-komponen abiotik yang menyusun ekosistem, karena setiap jenis organisme di bumi ini membutuhkan kondisi lingkungan yang  sesuai. Kondisi lingkungan yang dibutuhkan ini dapat pada jenis organisme yang berbeda, Ada organisme yang membutuhkan cahaya langsung untuk kehidupannya, tetapi ada juga yang hanya bisa bertahan hidup bila tidak terkena cahaya matahari langsung. Organisme lainnya, seperti lumut, hidup pada habitat yang lembab, sedangkan kaktus hidup pada wilayah yang kering seperti gurun.

Kemampuan hidup organisme pada kondisi lingkungan tertentu disebut dengan rentang toleransi. Setiap populasi dalam ekosistem mempunyai rentang toleransi yang berbeda-beda terhadap variasi konidis lingkungan. Hukum toleransi menyatakan bahwa keberadaan, kelimpahan dan penyebaran spesies tertentu dalam suatu ekosistem ditentukan oleh satu atau lebih faktor fisik dan kimia lingkungan yang masih bisa di toleransi oleh spesies tersebut. Oleh karenanya, setiap spesies dalam ekosistem mempunyai batas toleransi, yaitu batas minimum dan maksimum kondisi fisik dan kimia lingkungan untuk bertahan hidup.

Ada kalanya suatu populasi dalam ekosistem sangat dipengaruhi oleh satu jenis komponen abiotik atai faktor pembatas. Jika jumlah faktor pembatas terlalu banyak  ataupun sedikit maka pertumbuhan populasi akan terhambat, walaupun komponen-komponen abiotik lainnya berada dalam jumlah yang optimal untuk pertumbuhan populasi tersebut. Curah hujan merupakan contoh komponen abiotik yang bertindak sebagai faktor pembatas bagi pertumbuhan tanaman. Curah hujan yang rendah didaerah gurun menyebabkan pertumbuhan tanaman di gurun menjadi terbatas. Contoh faktor pembatas lainnya adalah kandungan fosfor pada tanah bagi pertumbuhan jagung. Walaupun nutrisi tanah lainnya, seperti nitrogen dan kalium berada dalam jumlah yang optimal untuk pertumbuhan jagung.

Organisme pada eksosistem akuatik juga mempunyai faktor pembatas, yaitu suhu. Cahaya matahari, oksigen terlarut, dan nutrisi. Faktor pembatas lainnya adalah salinitas, yaitu jumlah mineral anorganik atau garam yang terlarut pada air. Air laut mempunyai kandungan garam sekitar 3,4%. Jika kandungan garam meningkat hingga6%, maka seluruh organisme dilaut, kecuali beberapa bakteri Archaebacteria akan mati.

Komponen abiotik pun bisa dipengaruhi oleh keadaan komponen biotik yang menyusun ekosistem. Misalnya tanah, kesuburannya akan dipengaruhi oleh adanya mikroorganisme pengurai yang menguraikan berbagai materi organik menjadi nutrisi anorganik. Kesuburan tanah juga akan meningkat karena keberadaan cacing tanah. Aktivitas cacing tanah dapat menyuburkan tanah karena pada saat berada dalam tanah, cacing meninggalkan bekas berupa rongga udara. Rongga udara ini dapat membantu tumbuhan dalam memperoleh oksigen untuk bernapas. Bintil akar kacang tanah yang mengandung Rhizobium dapat membantu menyuburkan tanah karena dapat mengikat nitrogen. Selain itu, keberadaan air banyak dipengaruhi oleh tumbuhan, karena tumbuhan dapat menahan keberadaan air tanah. Oksigen terlarut di perairan juga dipengaruhi oleh keadaan organisme di perairan tersebut. Jika jumlah organisme yang menggunakan oksigen terlarut di perairan meningkat, maka kadar oksigen terlarut di perairan akan menurun.

sumber artikel : Ilmu Pengetahuan Alam (SMK)


0 Response to "Pengertian Interaksi Antarkomponen Ekosistem Secara Lengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel