Jenis dan Tipe Koneksi Internet



Tipe-tipe koneksi internet Hay sobat!... setelah beberapa hari yang lalu saya posting tentang Pengertian Internet dan Juga Sejarah dan Manfaatnya, Sekarang saya akan lanjut ke artikel lanjutan kemaren yaitu Jenis dan Tipe Koneksi Pada Internet. Untuk dapat terkoneksi ke internet, sebuah perangkat komputer baik personal maupun jaringan LAN harus terhubung dengan jaringan internet tersebut, maka kita memerlukan bantuan layanan ISP yang berfungsi sebagai layanan internet. Adapun cara untuk memperoleh layanan tersebut dapat di tempuh dengan berbagai macam koneksi sebagai berikut:

Jenis Tipe Koneksi Internet


a. Koneksi Dial-Up

Jika kita menghubungkan komputer ke internet dengan melalui koneksi dial-up, terdapat dua perangkat tambahan yang akan kita butuhkan, yaitu saluran telephone dan juga modem. Saluran telephone di butuhkan untuk menghubungkan komputer dengan ISP (Internet Service Provider) yang kita gunakan. Selanjutnya ISP tersebut yang akan meneruskan koneksi ke internet, sedangkan modem dibutuhkan untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog agar dapat dikirimkan melalui saluran telephone, dan juga sebaliknya, untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal digital agar dapat di mengerti oleh komputer. Kecepatan transfer data modem yang terdapat di pasaran adalah 56Kbps.

Akses dial-up dapat disambung dan juga dapat diputus sewaktu-waktu tergantung pada penggunaannya. Pengguna biasanya melakukan akses internet sesingkat dan se efisien mungkin untuk menghemat biaya akses internetnya. Dalam koneksi dial-up, diperlukan perangkat yang mendukung koneksi internet, diantaranya ialah, komputer, modem, saluran telephone dan juga ISP.

b. Koneksi ADSL

ADSL atau Asymmetrical Digital Subscriber Line merupakan sebuah teknologi yang mengirimkan sinyal-sinyal melalui kabel tembaga pada frekuensi yang berbeda dengan frekuensi yang digunakan untuk pelayanan telephone. Hal ini memungkinkan ADSL dapat dikirimkan melalui jalur telephone biasa tanpa harus mengganggu pelayanan telephone. Bila kita ingin mengakses Internet menggunakan koneksi ADSL, maka kita harus mempunyai teknologi ADSL, diantaranya ialah sebuah modem ADSL, jalur telephone dan telah terdaftar pada  ISP yang mempunyai layanan ADSL.

c. Koneksi GPRS

GPRS atau biasa disebut dengan General Packet Radio Service, merupakan sebuah teknologi pengiriman data dalam bentuk paket-paket menggunakan gelombang radio. GPRS merupakan perkembangan dari teknologi GSM. GPRS memungkinkan pengiriman data sampai pada kecepatan 115Kbps.

Jika kita menggunakan koneksi GPRS, maka kita membutuhkan sebuah ponsel yang sudah mendukung teknologi GPRS dan sim card dari operator seluler tertentu yang menyediakan layanan GPRS serta layanan GPRS tersebut telah diaktifkan pada ponsel yang kita miliki.

Berikutnya kita membutuhkan perangkat yang dapat menghubungkan ponsel kita ke komputer, seperti infrared, kabel data ataupun dengan menggunakan bluetooth. Jika ponsel dan komputer telah terhubung / terkoneksi maka langkah selanjutnya kita harus menginstal driver ponsel agar dapat dikenali oleh komputer dan mengatur settingan untuk koneksi ke internet menggunakan GPRS. Koneksi internet dengan GPRS dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi koneksi GPRS adalah sebagai berikut:

  • Konfigurasi dan alokasi time slot pada level BTS.
  • Software yang akan digunakan.
  • Dukungan filter dan aplikasi ponsel yang digunakan.


d. Koneksi Melalui Saluran TV Kabel

Agar dapat melakukan koneksi dengan menggunakan TV kabel, maka hal yang kita butuhkan adalah modem kabel dan saluran dari perusahaan TV kabel. Perusahaan TV kabel tersebut tentu saja juga menyediakan layanan koneksi ke internet. Modem kabel menggunakan frekuensi terpisah yang tidak menggannggu sinyal televisi pada kabel. Modem kabel menggunakan tuner untuk memisahkan data digital dari sinyal televisi. Jadi dalam waktu yang sama  TV kabel dapat dimanfaatkan untuk menerima siaran televisi dan juga koneksi untuk akses ke internet. Jaringan TV kabel mempunyai kecepatan maksimum 27 Mbps downstream adalah kecepatan downlaod ke pengguna dan 2,5 Mbps Upstream ialah kecepatan uploud dari pengguna dalam melakukan akses ke internet. Dalam jaringan rumah, TV kabel menggunakan kabel koaksial dan di pasang sebuah pemisah saluran (splitter) kabel. Setelah kabel dari jaringan melewati splitter akan tersalur dalam dua jaringan, yaitu satu ke TV kabel dan satu lagi ke Modem kabel. Dari modem kabel baru akan menuju  ke ethernet dan kemudian ke komputer.

e. Koneksi Jaringan LAN (Local Area Network)

Salah saut cara untuk terhubung ke internet adalah dengan menghubungkan komputer kedalam sebuah jaringan LAN yang sudah terhubung ke dalam internet. Cara ini banyak diterapkan di sebuah perusahaan, kampus maupun warnet-warnet. Sebuah komputer yang dijadikan server dalam jaringan LAN, kemudian komputer lain yang terdapat pada jaringan tersebut akan dihubungkan pada server tersebut, sehingga mendapatkan koneksi internet yang di dapat dari komputer server.

Agar dapat terhubung dengan server LAN, komputer kita harus memiliki kartu jaringan (LAN Card). Selanjutnya untuk menghubungkan sebuah komputer dengan komputer lainnya dengan menggunakan kabel UTP dengan konektor RJ-45.

f. Koneksi Jaringan Wi-Fi

WiFi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity. WiFi merupakan teknologi jaringan tanpa kabel yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi untuk mengirimkan sebuah paket data. Frekuensi yang digunakan oleh teknologi WiFi berada pada spektrum 2,4 GHz.

Notebook, ponsel, dan juga PDA yang telah dilengkapi dengan kemampuan untuk menangkap teknolgi WiFi dapat digunakan untuk melakukan koneksi ke internet. Tentu saja kita harus berada di sebuah lokasi yang terjangkau oleh sinyal WiFi tersebut untuk dapat melakukan koneksi internet melalui WiFi.

WiFi tidak hanya digunakan untuk mengakses internet. WiFi juga dapat digunakan untuk membuat suatu jaringan tanpa kabel di sebuah perusahaan. Oleh karenanya banyak orang yang mengasosiakan WiFi dengan "Kebebasan", karena teknologi WiFi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet ataupun mentransfer data dalam ruangan meeting, kamar hotel, kampus, dan juga pada kafe-kafe yang memiliki sebuah WiFi Hotspot.

g. Koneksi Jaringan Wireless Broadband (Wi-Bro)

Wireless broadband memungkinkan koneksi internet broadband ke berbagai perangkat, misalnya ponsel, notebook dan juga PDA. Dari segi mobilitas, wireless broadband juga dinilai lebih efisien ketimbang WiFi yang sekarang menjadi standar internet nirkabel. Pada jaringan WiFi jangkauan koneksi internet masih terbatas kurang lebih hingga 100 meter. Sementara pada jaringan Wi-Bro dapat diakses hingga jarak 1 kilometer dari stasiun pemancarnya. Akses Wi-Bro disebut juga dapat diterima di dalam kendaraan yang berkecepatan 60 KM/Jam. Wi-Bro dikembangkan samsung bersama dengan electronics and technology reasearch institute (ETRI) dan telah mendapat sertifikat dari Wimax Forum. Teknologi ini dapat mengirimkan data dengan kecepatan hingga mencapai 50 Mbps. Kecepatan transfer data pada Wi-Bro mampu mengungguli kecepatan transfer data berplatform HSDPA yang memiliki kemampuan mengirim data hingga 4 Mbps.

h. Koneksi Jaringan 3G

3G adalah kependekan dari istilah Third-Generation Technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telephone nirkabel (Wireless), 3G sebagai solusi nirkabel yang dapat memberikan kecepatan akses, diantaranya sebesar 144 Kbps dalam kondisi cepat (mobile), sebesar 384 Kbps untuk kondisi berjalan, dan sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik di suatu tempat.

Jaringan telephone telekomunikasi seluler telah meningkat menuju penggunaan layanan 3G dari 1999 hingga 2010. Jepang adalah negara pertama yang memperkenalkan koneksi jaringan 3G secara nasional dan transisi menuju 3G dicapai Jepang pada tahun 2006.

i. Koneksi Jaringan 4G

4G adalah singkatan dari Fourth-Generation-Technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada standar generasi keempat dari teknologi telephone seluler. Sistem 4G menyediakan jaringan pita ultra lebar untuk berbagai perlengkapan elektronik, contohnya telephone pintar dan laptop yang menggunakan modem USB. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Terdapat dua kandidat standar untuk 4G yang dikomersilkan di dunia, yaitu standar WiMAX (Korea Selatan sejak 2006) dan standar Long Team Evolution (LTE) (Swedia sejak 2009).

WiMAX pertama kali diluncurkan oleh P.T FirsMedia di Indonesia dengan merk dagang Sitra WiMAX pada juni 2010. Sedangkan teknologi LTE pertama kali diluncurkan oleh PT. Internux dengan merk Bolt Super 4G LTE pada 14 november 2013. Salah satu ciri khas teknologi 4G adalah seluruh jaringan sudah berbasis IP. Teknologi yang dipakai adalah teknologi internet telephone yang menggunakan Session Initiation Protocol (SIP). Namun teknologi 4G kini belum bisa di definisikan secara jelas karena samapi sekarang belum ada standarisasi untuk 4G yang telah disepakati oleh para pihak yang berkompeten dibidang teknologi komunikasi tanpa kabel ini.

Selain berbasis IP, teknologi 4G juga memiliki ciri khas dimana dapat berfungsi dengan baik dalam kendaraan dengan kecepatan 150Km/Jam yang mampu mencangkup kecepatan transfer data mencapai 54Mbps pada saat melakukan komunikasi. Padahal diatas kertas kecepatan kecepatan 4G sesungguhnya dapat mencapai 100 Mbps dilingkungan luar rumah (bergerak) dan 1Gbps pada kondisi tidak bergerak (Stasioner).

Tidak hanya itu, kapasitas data yang melalui jaringan 4G akan jauh lebih besar daripada jaringan 3G. Sehingga pengunduhan data yang  mencapai puluhan, bahkan ratusan MB akan mudah dicapai dalam dalam waktu yang singkat.  Sebagai contoh, dengan ponsel 3G kita baru dapat mengunduh klip video dan klip musik yang berdurasi tidak begitu panjang. Sedangkan dengan 4G yang akan berbasis jaringan IP sepenuhnya, kita tidak hanya dapat mengunduh satu film utuh kedalam satu ponsel 4G ketika sedang bergerak, namun kita juga dapat menyaksikan tayangan gambar televisi yang berkualitas tinggi (high definition TV content) dan menyaksikan lawan bicara kita yang terlihat jelas dan mulus gerakannya, tidak tersendat-sendat seperti sekarang ini dengan koneksi jaringan 3G melalui video call. Oleh karena itu trafik multimedia akan dominan pada penggunaan teknologi 4G dimasa mendatang. Browsing internet tanpa kabel akan lebih cepat dan makin menyenangkan tanpa terganggu dengan waktu tunda (delay time), karena masalah kongesti pada lalu lintas data di jaringan telah teratasi oleh koneksi jaringan 4G.

0 Response to "Jenis dan Tipe Koneksi Internet"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel